Polres Jember News : Aksi pencurian merupakan tindak pidana, namun jika dilakukan oleh anak dibawah umur, tentu akan menjadi pertimbangan lain, seperti yang dilakukan oleh jajaran Polsek Arjasa saat mendapat laporan aksi pencurian buah kopi yang dilakukan oleh ZA (15) warga Patrang yang masih bestatus pelajar di lahan perkebunan milik PTPN XII Kebun Renteng Afdeling Rayap yang ada di Dusun Rayap Desa Kemuning Lor Arjasa.

Informasi yang berhasil dihimpun, pelaku yang juga anak dari buruh kebun PTPN XII oleh karyawan kebun terangkap basah mengambil biji kopi bersama temannya, namun temannya berhasil melarikan diri, kemudian oleh karyawan PTPN pelaku dibawa ke Mapolsek Arjasa.

“Kami mendapat laporan dari pihak PTPN XII terkait aksi pencurian kopi, namun karena pelaku masih dibawah umur, kami menerapkan kasus ini melalui Jalur Diversi, dengan memanggil pihak Bapas Jember,” ujar Kapolsek Arjasa AKP. Eko Basuki, Rabu, (23/5/2018).

Menurut Kapolsek, penerapan diversi ini diperlukan selain pelaku masih di bawah umur, pelaku juga masih sekolah, dan ini diatur sesuai dalam ungang-undang nomoer 65 tahun 2015 tentang pedoman pelaksanaan diversi dan penanganan anak dibawah umur.

“Diversi ini dibutuhkan berdasarkan berbagai pertimbangan, diantaranya untuk kepentingan korban dan pelaku, kesejahteraan dan tanggung jawab anak, menghindari stigma negatif bagi anak, menghindari pembalasan, serta kepentingan umum,” beber Kapolsek.

Penerapan diversi ini merupakan penangan perkara di luar pengadilan, dengan memberikan perdamaian antara kedua pihak, serta menanaman rasa tanggung jawab kepada anak serta menghindarkan anak dari perampasan kemerdekaan. (rus/red)