Polresjember.idJEMBER, Di kenal sebagai Kota Santri, Kabupaten Jember tetap mewaspadai potensi penyebaran paham radikal dan intoleran masuk ke wilayahnya yang mana mayoritas penduduknya umat Islam.

Kepolisian Sektor Kencong Polres Jember menggandeng Juru dakwah ( Red. Jamaah Tabligh ) yang kerap berkeliling masjid- masjid agar memberikan pemahaman ajaran Islam yang benar dan menyampaikan ceramah agama yang menyejukkan umat.

” Jadi untuk memgantisipasi masuknya ajaran intoleran di wilayah Desa Binaan Kami . Tentunya sebagai Bhabinkamtibmas Di Desa Kencong, Kami harus bisa bersinergi dengan elemen terkait guna sama- sama menangkal penyebaran paham radikal dan intoleran masuk di wilayah Kami ” Kata Brigpol. Eko Budi saat menemui sejumlah Juru Dakwah di Masjid Dusun Krajan Desa Kencong Kecamatan Kencong, Jember. Jumat malam (18/08/2017)

Di tengah para pendakwah Jamaah Tablih asal Kepulauan Riau Batam, Polisi muda ini menilai bahwa radikalisme dan terorisme berawal dari pola pikir. Pancasila, harus menjadi benteng utama dalam pola pikir, sikap, dan tindakan sehari-hari. Paham-paham yang dimulai dari intoleran dan radikal menurutnya tidak akan menyelesaikan masalah. Dia mencontohkan Timur Tengah yang hancur karena tidak bisa hidup secara toleran dan berdampingan.

” Cara kasar, keras, radikal, intoleran enggak menyelesaikan masalah di tengah kehidupan masyarakat Indonesia majemuk, banyak agama, dan suku. Kita tidak hidup sendiri, Kita sama – sama hidup berdampingan. Perbedaan adalah Rahmat. Untuk itu mari Kita menghargai perbedaan itu, Kita harus mengedepankan nilai toleransi dengan menjujung tinggi harkat dan martabat manusia,  demi menjaga keutuhan NKRI ” Pungkasnya. ( Red. HP – Humas Jember )