Pentingnya Diskusi Redam Konflik Sosial ” Dicegah Sebelum Terlanjur Pecah”

Redaksi Res Jember News : Sektor industri Tembakau di Kabupaten Jember memberikan dampak yang besar bagi nilai ekonomis di Indonesia. Terlebih lagi, Industri rokok cerutu Jember menjadi salah satu produk terbaik yang terus menjajaki pasar dunia. Bagi masyarakat Jember yang nota bene sebagian besar berprofesi sebagai petani. Tembakau sudah menjadi icon bagi budaya lokal. Seni tari lahbako khas Jember, menggambarkan kehidupan petani tembakau tradisional masyarakat Jember. Melalui pendekatan kearifan lokal ini, Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo, SH, S.I.K, M. H menggagas kegiatan diskusi kamtibmas yang dikemas secara cerdas dalam Program Cerutu. Singkatan dari ” Cangkrukan Bermutu”.

Program Cerutu punya cara unik untuk mendengarkan aspirasi, pengaduan atau keluhan masyarakat. Selain melakukan blusukan, mendatangi langsung di tengah – tengah kehidupan masyarakat. Kapolres Jember juga siap menerima kedatangan masyarakat untuk mendengar masukkan dan harapan mereka. Cerutu menjaring aspirasi dengan membangun pola komunikasi yang lebih luwes dan tidak kaku melalui metode bincang- bincang santai sembari nyeruput secangkir kopi atau hidangan masakan tradisional, contohnya : nasi kebuli.

” Diskusi kamtibmas tidak harus dilakukan di gedung saja. Bisa dilakukan dimana saja, termasuk di Kedai kopi atau bahkan di pinggir pantai. Saya senang sekali bisa mendengarkan aspirasi masyarakat dalam suasana rileks dan penuh kekeluargaan, Ujar Kapolres Jember saat diwawancarai, Jumat (7/12/2012)

” Beberapa pekan yang lalu, pernah Kami gelar program kegiatan cerutu di Obyek Wisata Pantai Papuma barsama-sama Unsur Forkopimda, Tokoh Masyarakat dan Para Nelayan. Disitu, Kami dan warga merasa tidak berjarak. Kami bisa dengan santai bercengkrama, lebih akrab membahas persoalan apa yang sedang mengemuka di masyarakat. Saya kira cara semacam ini bisa lebih efektif dari pada berjumpa dalam situasi formal, Imbuhnya.”

Kapolres juga mengatakan, dalam berbagai kesempatan. Banyak tema yang dibicarakan mulai permasalahan keamanan, lingkungan, pendidikan, kehutanan, pergaulan remaja, narkoba, buruh, tenaga kerja dan sebagainya.

Lebih lanjut Kapolres menambahkan forum diskusi melalui pendekatan kearifan lokal yang dirajut bersama tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan. Sejak dulu mampu meredam dan meminimalisir potensi konflik sosial di Kabupaten Jember yang sangat heterogen.

“Semua persoalan Kita bahas dan diskusikan bersama – sama. Melalui media program cerutu semacam ini, makin banyak solusi, makin banyak persoalan yang dapat dipecahkan, tuturnya.”

Program Cerutu selain menyajikan acara diskusi memecahkan solusi. Disisi lain, kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah terobosan guna deteksi dini sebagai rekomendasi kebijakan supaya potensi konflik sekecil apapun bisa dicegah sebelum terlanjur pecah.

Semua persoalan yang terjadi di masyarakat dipetakan dan ditemukan solusinya agar tidak berkembang menjadi potensi gangguan kamtibmas. Harapannya, pendekatan kearifan lokal menjadi cara ampuh rendam konflik sosial. Metode pengembangan kearifan lokal dalam penguatan jejaring sosial yang dapat digunakan untuk menjaga perdamaian masyarakat, sekaligus membentengi masyarakat dari segala bentuk ancaman yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Mengingat sebaran informasi yang bersifat fitnah, hasutan dan ujaran kebencian menyebar cepat di era digital. Goal program cerutu tentunya agar Jember tetap aman dan kondusif, Pungkas Kapolres Jember. (Red. Hadi_Humas ).