Polresjember.id-Minggu (25/10/2020) sore, Waka Polres Jember Kompol Windy Syafutra, S.H., S.I.K., M.Med.Kom., memimpin Press Conference Tindak Pidana Di Muka Umum Melakukan Kekerasan Terhadap Orang Atau Barang, bertempat di Halaman Mapolres Jember.

Kegiatan Press Conference dihadiri AKP Fran Dalanta Kambaren, S.H., S.I.K., M.H (Kasat Reskrim Polres Jember), IPTU Sholekan Arif (KBO Reskrim Polres Jember), IPTU Yudiantoro (Ps Kasubag Humas Polres Jember), Anggota Sat Sabhara Polres Jember dan Anggota Provos Polres Jember juga para Awak Media Cetak dan Elektronik.

Hasil Ungkap Kasus Tindak Pidana Di Muka Umum Melakukan Kekerasan Terhadap Orang Atau Barang berdasarkan Laporan Polisi yang diterima Reskrim Polres Jember, pada hari Rabu (23/10/2020), dengan tersangka berinisial AFM, THS, AS, MRE, dan MAS, dimana mereka pada hari Kamis (22/10/2020) sore, saat Unras UU Omnibus Law di DPRD Jember, melakukan tindak anarkis, meski Petugas Polres Jember telah memberikan himbauan untuk nembubarkan diri namun justru anarkis.Dengan melewati batas barikade kawat berduri dan melempari Gedung Kantor DPRD Kabupaten Jember hingga dinding kaca pecah dan menyulut kembang api diarahkan ke Gedung DPRD,bahkan mereka juga mengancam awak media yang meliput aksi tersebut.

Barang bukti yang didapati berupa pecahan kaca, batu ukuran kecil sekitar 40 (empat puluh) biji, 1 (satu) buah palu, 1 (satu) buah korek api, 3 (tiga) buah kelongsong petasan/kembang api, 1 (satu) buah tas, baju tersangka, sarung tangan, dan botol berisi pasir.

Terhadap tersangka tersebut bisa terjerat Pasal 170 Ayat (1) (2) KUHP, Pasal 160 Ayat (1) KUHP, dan Pasal 214 Ayat (1) (2) KUHP dengan ancaman Pidana 7 Tahun Penjara. Dengan unsur-unsur “Di Muka Umum Bersama-sama Melakukan Kekerasan Terhadap Orang Atau Barang”. [v-AR]