Kepolisian Sektor Semboro melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran virus Corona (COVID-19), Kamis (19/3). Lokasi yang dituju yaitu fasilitas umum (fasum) dan tempat keramaian seperti pasar tradisional, minimarket, supermarket.

Kapolsek Semboro IPTU FACTHUR RAHMAN. SH menjelaskan, melalui sosialisasi diharapkan masyarakat mengetahui COVID-19 baik penyebaran maupun pencegahannya. Selain itu, masyarakat diharapkan mengetahui tingkat bahaya virus tersebut sehingga tidak panik namun tetap waspada.

Mengenai tingkat bahaya yang menyebabkan kematian hanya 3 persen. “Kalau presentase fatality-nya, masih rendah. Kalau ada 100 orang yang terjangkit virus ini, kemungkinan hanya 3 orang yang meninggal. Tapi beberapa waktu terakhir, ada kenaikan mencapai 4,3 persen,” jelasnya.

Kematian pada penderita, lanjutnya, tidak serta-merta karena COVID-19, tapi pasien mengalami kondisi komorbid, yaitu penyakit yang menyertai pada pasien tersebut.

“Untuk di Indonesia sendiri, kemungkinan virus ini bermutasi sehingga bisa menyesuaikan dengan lingkungan dan karakter tubuh orang Indonesia. Bahkan bisa saja mulai beradaptasi dengan cuaca dan suhu di iklim tropis,” imbuhnya.

Untuk tingkat kematian di Indonesia dengan Tiongkok, sambungnya, masih sama. Perut diwaspadai dari COVID-19 adalah penyebarannya. “Sebenarnya, dalam penanganan pasien seperti penyakit biasa. Diberikan infus, diobati flunya, batuknya. Mengapa harus diisolasi, tujuannya si virus ini tidak menyebar, karena melalui percikan air liur atau droplets infections, virus bisa menular,” tuturnya.

Melalui sosialisasi di tempat umum diharapkan bisa menyasar langsung ke masyarakat. Dengan demikian, pelaku usaha seperti pedagang di pasar tradisional lebih memperhatikan kebersihan, begitu pula di tempat wisata karena menjadi tempat berkumpulnya orang banyak.

Langkah tegas akan dilakukan apabila menemukan pelajar yang sedang berada di luar rumah, padahal sudah ada imbauan dari sekolah bahwa belajar di rumah. “Ini bukan liburan, tapi belajar di rumah. Jadi, patroli yang dilakukan itu sasarannya ke kafe, mall, ataupun taman kota,” ucapnya.