Polsek Patrang,Polres Jember- Plengsengan Sungai di Belakang MTSN 2 Slawu Jebol, Jebolnya Plesengan tersebut akibat Curah hujan di daerah Jember sangat tinggi sehingga arus di sungai tersebut sangat kuat yg mengakibatkan pelengsengan tersebut tidak mampu menahan kuatnya arus dan membuat jebol.

Peristiwa tersebut terjadi sudah dalam 1 Pekan, yang sebelumnya Kapolsek Patrang IPTU Solihin Agus Wijaya,S.H sempat memantau bersama Kanit Binmas dan Kanit IK Patrang dan menghimbau Kepada warga yg berdekatan dengan Bantaran sungai tersebut agar lebih berhati hati agar peristiwa tersebut tdk memakan Korban jiwa.

Kali ini beberapa instansi turun tangan untuk melaksanakan Kerja bakti yang sebelumnya Melaksanakan Apel di halaman MTSN 2 SLAWU yg di pimpin Langsung Oleh Kapolsek Patrang IPTU Solihin Agus Wijaya,S.H. pada Jumat 06 Maret 2020 adapun yg hadir dalam pelaksanaan Apel tersebut diantaranya
1.Kasdim Mayor Sampak
2. Kapolsek Patrang IPTU Solihin Agus Wijaya,S.H bersama 1
3.Danramil Patrang Kapten Sumariyono
4. Kemenag Jember.
5. Kasi trantib kec. Patrang dan anggota.
6. Lurah Slawu
7. Dinas PU cipta karya.
8. 15 Personil Polsek Patrang
9. 15 Personil Anggota Koramil Patrang
10. Satu Peleton Kostrad 509

 

Tampak Jelas Mereka saling bahu membahu untuk merakit Branjang Kawat yg nantinya akan di masukkan sejumlah batu dan akan di pasang di tempat Plengsengan yang Jebol.

Plengsengan dan dinding belakang sekolah yang ambrol sepanjang 15 meter, namun setahun lalu peristiwa serupa terjadi dengan panjang 25 meter, sehingga total plengsengan dan dinding yang ambrol kini mencapai 40 meter,” kata salah satu guru MTs Negeri 2 Jember, Ahmad Makhin, Jumat

Kejadian itu mengakibatkan rusaknya sarana yang baru saja dibenahi oleh pihak sekolah seperti paving dan pagar yang baru dibangun, setelah ambrolnya plengsengan pada tahun 2013.

“Lokasinya juga semakin melebar ke timur dan memakan sebagian halaman yang digunakan untuk parkir siswa di dekat kelas Accelerasi dan kelas 7F,” tuturnya.

Menurut dia, bangunan aula yang selesai dibangun dengan anggaran Rp300 juta tersebut juga terancam ambrol, apabila tidak segera dibuat bronjong atau penahan gerusan derasnya aliran Sungai Jompo yang berada di belakang sekolah setempat.

“Secara kasat mata terlihat arus sungai menggerus tanah yang berada di bawah bangunan aula, sehingga kami segera melaporkan kejadian itu ke Dinas Pengairan dan Kementerian Agama (Kemenag) Jember untuk mencari solusi,” katanya.

Ia menjelaskan pihak sekolah terpaksa memasang tali rafia dan menutup dengan anyaman bambu seadanya untuk mengantisipasi agar sejumlah siswa tidak bermain di sekitar lokasi ambrolnya dinding belakang sekolah tersebut.

Kami berharap Dinas Pengairan segera membuat bronjong, agar aliran Sungai Jompo tidak semakin menggerus di bawah bangunan sekolah yang dapat mengancam keselamatan jiwa anak-anak yang sedang belajar di MTs Negeri 2 Jember,” ujarnya.

Menurut Kanit Binmas Polsek Patrang IPDA Sugiyono yang mewakili Kapolsek Patrang Pembangunan Penahan tanah dengan Bronjong Kawat tersebut akan memakan waktu 3 hari Kerja dan itu pun melihat kondisi cuaca pada saat pelaksanaan nanti ungkap nya ( Ibnu/Ptr ).