Polres Jember News : Terdakwa kasus Narkoba TJ (22) warga Semboro yang melarikan diri saat hendak disidang Selasa (16/5/2018) lalu berhasil ditangkap tim gabungan Satnarkoba bersama Kejaksaan Negeri Jember di Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan. Kaburnya TJ dari persidangan ini dibantu istrinya E yang saat itu ikut menghadiri persidangan.

“Terdakwa berhasil ditangkap kembali 8 hari tepat sejak pelariannya di kabupaten Tanah Laut Kalimantan, tersangka kabur dengan dibantu istrinya yang berinisial E,” ujar Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo, SIK, SH, MH, Kamis (24/5/2018).

Kapolres menambahkan, bahwa untuk terdakwa TJ saat ini tinggal pembacaan tuntutan, sedangkan istrinya E akan dilakukan pemberkasan terlebih dahulu untuk selanjutnya diserahkan ke Kejaksaan.

“Untuk terdakwa TJ tidak kami lakukan pemeriksaan kembali, karena yang bersangkutan dalam persidangan sudah tahapan tuntutan, sedangkan E akan kami lakukan pemeriksaan dan pemberasan karena membantu melarikan diri TJ,” ujar Kapolres.

Seperti diketahui TJ melarikan diri saat hendak mendengarkan bacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Jember, namun terdakwa melarikan diri dengan dibantu istrinya, diketahuinya terdakwa melarikan diri ini saat persidanan dimulai, dimana saat terdakwa TJ dipanggil tidak nampak, pelarian TJ tidak disadari petugas karena lamanya menunggu giliran.

Sementara Kasipidum Kejari Jember Cahyo Madiastrianto kepada sejumlah wartawan mengatakan bahwa, pengamanan di Pengadilan Negeri Jember sudah baik dan sesuai SOP, namun dengan kejadian kaburnya terdakwa pihaknya akan lebih meningkatkan lagi pengamanan terhadap tahanan.

“Kalau pengamanan di Pengadilan suah sesuai SOP, dan kita tidak ingin membicarakan hal yang sudah lewat, tapi yang jelas saat ini terdakwa sudah berhasil kita amankan kembali, dan kedepan pengamanan di pengadilan akan ditingkatkan lagi,” ujar Cahyo yang terlihat ikut hadir saat pres rilis tertangkapnya TJ.

Sedangkan mengenai tuntutan terhadap TJ, Cahyo mengatakan bahwa jpu akan menuntut terdakwa seberat-beratnya, namun tuntutan ini bukan karena ada unsur balas dendam, akan tetapi memang dalam sudah diatur dalam dakwaan.

“Yang jelas tuntutan JPU nanti tuntutan maksimal, yaitu 12 tahun penjara, dan tuntutan ini bukan sebagai unsur balas dendam JPU terhadap terdakwa yang telah kabur, akan tetapi karena perbuatan terdakwa tersebut sebagai tindakan yang memberatkan dirinya sendiri, serta barang bukti narkoba yang cukup banyak,” pungkasnya.

TJ sendiri merupakan terdakwa kasus kepemilikan 22 klip plastik yang berisi sabu-sabu seberat 10,37 gram dan tertangkap polisi pada 20 Januari silam, sedangkan istrinya E yang membantu terdakwa melarikan diri dijerat dengan UU Ri nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba yaitu membantu melarikan pelaku dan terancam 7 tahun penjara. (rus/red)