Polres Jember News : Kapolres Jember, AKBP. Kusworo Wibowo,SH,SIK,MH, mereapon cepat terkait beredarnya Video aksi kekerasan yang dilakukan siswi di dalam kelas yang sempat viral di media sosial. Siswi tersebut berasal dari SMP Negeri di salah satu kecamatan yang ada di Jember. Ada dua video beredar dengan durasi yang berbeda, dilihat dari bahasanya, siswa tersebut menggunakan bahasa madura.

Menyikapi hal tersebut Kapolres Minggu (10/8/2018) menggelar konferensi pers dan menyatakan sudah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadal kedua pihak dan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.

“Video penganiayaan itu memang dilakukan oleh siswi salah satu sekolah di Jember, dimana korban dianiaya oleh pelaku yang tidak lain kakak kelasnya karena kesalah pahaman, pelaku mendapat kabar kalau korban menyebut pelaku wanita murahan dari teman temannya, namun saat di tanya oleh pelaku, korban merasa tidak mengatakan itu, sehingga penganiayaan dilakukan,” ujar Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo, SH,SIK,MH.

Kapolres juga menjelaskan, karena antara pelaku dan korban masih dibawah umur, penyelesaian perkara dilakukan secara Diversi yaitu pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses pidana ke luar pengadilan.

“Kedua pihak karena masih dibawah umur, dengan didampingi pihak Diknas, pihak terkait seperti Bapas mendamaikan keduanya dan sepakat penyelesaian secara diversi, dan pelaku membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan lagi,” ujar Kapolres.

Sementara plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Jember M. Ghozali yang ikut hadir di polres mengatakan bahwa pihaknya sudah memanggil kepala sekolah dan siswi yang bersangkutan untuk dilakukan pembinaan, kedepan hal-hal seperti ini diharapkan tidak terulang.

“Sebenarnya kami dari diknas sudah melakukan upaya upaya dalam menangani perskusi maupun builying di sekolah sekolah dengan melibatkan Osis dan guru BP serta menciptakan suasana sekolah yang ramah anak, namun dengan kejadian ini tentu akan kami lebih kami tingkatkan pengawasan,” ujar Ghozali. (rus/red)