Polresjember.id – JEMBER, Presiden RI telah menyatakan bahwa saat ini Indonesia sudah masuk dalam tahapan Darurat Narkoba yang menyasar seluruh lapisan usia bahkan pada tingkatan pelajar sudah menjadi target Operasi Peredaran Narkoba. Oleh karena itu, upaya penanganan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan secara masif dan bersatu padu dalam suatu gerakan bersama dengan memadukan pengurangan persediaan (supply reduction) dan pengurangan permintaan (demand reduction) sehingga Program Pencegahan, Pemberantasan, dan Peredaran Gelap Narkoba dapat berhasil.

Sebagaimana arahan Kapolri Jendral. Pol. Jenderal Polisi Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D yang menekankan kepada seluruh Jajaran Kepolisian agar menyiapkan formula sebagai langkah preventif terhadap bahaya penyalahgunaan Narkoba yang efektif dan dititik beratkan pada cara melakukan sosialisasi wawasan bahaya narkoba yang diikutsertakan pada kurikulum sekolah sehingga pengguna narkoba di kalangan para pelajar bisa ditekan bahkan ditiadakan.

Langkah kongkret di dalam upaya menindak lanjuti arahan Kapolri tersebut, Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo mendorong langkah pencegahan penyalahgunaan bahaya narkoba dikalangan generasi muda dengan memberikan edukasi terhadap masyarakat terutama generasi muda tentang bahaya narkoba melalui berbagai media, pendidikan sejak dini melalui sekolah dengan memasukkan “ Knowledge” bahaya narkoba ke dalam kurikulum SMP dan SMA Se-Kabupaten Jember. Dan sekaligus melakukan pembinaan relawan-relawan anti narkoba hingga mengakomodir partisipasi masyarakat untuk bisa berperan aktif dalam penanggulangan bahaya narkoba sesuai dengan potensinya masing-masing.

“ Alhamdulillah hari ini, Kita Me-launching Program Pendidikan Tentang Bahaya Narkoba diikutsertakan dalam Kurikulum SMP dan SMA Se-kab. Jember . Langkah kongkret ini kemudian ditindak lanjuti dengan menugaskan 40 Personel Polres Jember untuk mengajar di sekolah- sekolah Se-kab. Jember ( 1 Minggu, 1 Kecamatan, 2 Sekolah ) dengan memanfaatkan pada Jam Pelajaran Bimbingan Karier dan Jam Pelajaran Muatan Lokal “ kata Kapolres Jember saat memberikan sambutannya ketika memimpin Apel Besar di Alun- Alun Kota Jember. Sabtu Sore ( 14/10/2017).

“ Guna mengakomodir kesadaran dan partisipasi masyarakat agar turut serta berperan dalam upaya pencegahan bahaya penyalahgunaan narkoba, maka Kita akan menyiapkan waktu dimana para orang tua / wali murid untuk diundang dan dibuatkan Forum Group Discussion ( FGD) tentang pola pengawasan terhadap Anak dari Bahaya Narkoba “ terang Kapolres.

Kegiatan Apel Besar Program Pendidikan Wawasan Bahaya Narkoba Sebagai Kurikulum Sekolah guna mengantisipasi Darurat Narkoba terhadap Kalangan Pelajar yang di ikuti oleh 3600 Pelajar SMP/ SMA Sekabupaten Jember dan dipimpin langsung oleh Bupati Jember dan Kapolres Jember. Sementara itu turut hadir dalam tribun undangan yaitu Forkopimda Jember, Para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Personil Polres Jember dan perwakilan Guru Se-Kabupaten Jember.

Pada saat bersamaan di gelarnya Apel Besar ini dilaksanakan Penandatanganan MoU ( Nota Kerjasama ) antara Kapolres Jember dengan Bupati Jember dan Kadiknas Provinsi Jawa Timur. Menariknya lagi, peresmian ini juga ditandai dengan pengguntingan Pita dan Balon Udara sebagai tanda dimulainya Program.

Gaung acara ini pun ditutup dengan acara pamungkas yaitu yel-yel gerakan anti narkoba. Gegap gempita ribuan peserta apel menunjukkan ekspresi sikap gerakan anti narkoba dengan teriakan lantang, gerakan serempak dan kompak sehingga menampakkan sebuah kekuatan luar biasa yang mempesona sebagai bentuk penegasan deklarasi komitmen dan konsitensi tindakan dalam berbagai demensi pemberdayaan gerakan masyarakat melawan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Jember. ( Red. Humas Polres Jember )