Polresjember.idJEMBER, Orang tua harus mengawasi pergaulan anaknya jika tidak ingin terjerumus dalam pelaku kejahatan, di Bangsalsari Jember MAA (16) abg asal Dusun Gambiran Desa Curahkalong Bangsalsari Jember yang masih menempuh pendidikan ini sudah menjadi pelaku kejahatan, bahkan pelaku tega melakukan pembegalan terhadap teman sekolahnya sendiri dan melukai menggunakan pisau.

“Pelaku ini memang disekolahnya dikenal agak nakal, bahkan sudah empat bulan pelaku tidak masuk sekolah, dan pada saat kejadian, pelaku mencegat temannya yang pulang sekolah untuk di antar ke sungai yang berjarak sekitar 100 meter, namun ditengah perjalanan pelaku yang berada di belakang menusuk di bagian punggung dan dibawah ketiak korban dengan menggunakan pisau yang memang selalu dibawa pelaku,” jelas Kapolres Jember, AKBP. Kusworo Wibowo, SIK, SH, MH, saat menggelar rilis di halaman Polres Jember, Rabu, (21/3/2018).

Kapolres menjelaskan, saat korban kesakitan dan terjatuh itulah pelaku menguasai sepeda motor Honda Beat milik korban, korban yang merasa kesakitan berteriak minta tolong, beruntung pada saat kejadian ada beberapa warga yang baru pulang dari bekerja, sehingga pelaku berhasil diamankan warga dan menolong korban untuk mendapat perawatan.

“Pelaku diamankan warga usai melakukan aksinya, sebagian langsung menghubungi Polisi, beruntung warga tidak menghakimi pelaku, dan ini saya apresiasi, dan saya melihat warga sudah mulai dewasa dalam hal menangkap pelaku, sehingga tidak sampai anarkhis,” ujar Kapolres.

Sementara guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, dilakukan penyidikan untuk mengembakannya, karena pelaku mengatakan bahwa kendaraan yang dirampas dari temannya tersebut akan dijual kembali kepada teman pelaku.

“Kami akan mengembakan penyidikan, kepada siapa pelaku menjual barang curiannya, karena saat diperiksa pelaku mengaku kalau sepeda motor tersebut akan di jual kepada temannya, dan siapa teman pelaku yang yang dimaksud akan kami cari,” ujarnya.

Dari tangan pelaku, polis berhasil mengamankan barang bukti sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan nopol P 5298 SO milik korban serta pisau belati milik tersangka, pelaku sendiri akan dikenakan UU KUHP Pasal 365 ayat 1 dengan ancaman 9 tahun penjara.

“Namun karena pelaku masih anak-anak, maka peradilannya nanti juga peradilan anak-anak,” pungkasnya. (rus/red)