Tribratanews Polres Jember  : Menyikapi adanya protes dan penolakan warga yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kopi Sekecamatan Silo terhadap program RHL ( Rehabilitasi Hutan Dan Lahan ). Kepala Kepolisian Resort Jember AKBP. Alfian Nurrizal, S.H,S.I.K, M.Hum melakukan sidak  ke Lokasi hutan di Kawasan Dusun Baban Barat Kecamatan Silo, Jember.

Selasa Siang ( 24/12/2019 ), Menggunakan Mobil Strada 4 X 4,  perjalanan harus ditempuh selama 2 Jam  melampaui medan berat  jalan berliku dan menanjak. Sidak dilakukan untuk pengecekan  batas lokasi  dan mengetahui langsung jenis tanaman yang ditanam dalam Program RHL oleh Perum Perhutani.

Beristirahat sejenak di rumah warga untuk melakukan sholat. Kapolres Jember bersama Rombongan Perhutani dan warga petani kemudian bergerak dengan menggunakan motor trail menuju lokasi program RHL di Petak 1A1 RPH Curahtakir BKPH Ambulu.

Untuk di tiba di lokasi ini, rombongan harus bergelut medan yang sangat berat, jalan berlumpur licin dan menukik tajam. Namun, Kapolres Jember tak surut melangkah apalagi menyerah, Ia tetap mengemudikan sendiri Motor Trail  hingga sampai tujuan meskipun dihadang cuaca buruk hujan deras.

Hampir 1 Jam melakukan mediasi di Lokasi di tengah guyuran hujan deras. Alhasil, solusi terkait program RHL disepakati untuk sebagian bibit tanaman akan diserahkan kepada Asosiasi Petani Kopi Se – Kecamatan Silo dan sebagian diserahkan kepada pihak LMDH Wana Kirti namun masih dalam pengawasan pihak Perhutani Jember.

“Terkait dengan tanaman dalam program RHL akan disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Untuk hasil tanam akan diserahkan kepada masyarakat yang melakukan penanaman,” kata Kapolres.

Masih kata Kapolres, adanya isu bahwa tanaman yang ditanam dalam program RHL tersebut dapat merusak tanaman kopi milik warga, setelah dilakukan pengecekan hal tersebut tidaklah benar.

“Tidak benar, setelah kita melakukan pengecekan,” tandasnya. (  Redaksi – Hadi Humas Polres Jember ).