Polresjember.id – JEMBER, Menyikapi serangan konten negatif yang berisi penyebaran kebencian dan hoax atau berita bohong. Polres Jember bekerjasama dengan Relawan Teknologi Informasi Cabang Jember menyelenggarakan Acara Deklarasi Masyarakat Jember Bersatu Melawan Hoax yang dilaksanakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda dan bersamaan dengan gelaran Car Free Day (CFD) di Jalan Sudarman Alun Alun Kota Jember, Minggu pagi (29/10/2017).

Gerakan Turn Back Hoax yang diikuti dari berbagai organisasi mahasiswa, kepemudaan , pelajar SMA / SMK dan para penggiat media sosial di Kabupaten Jember merupakan bentuk kepedulian dan kerja sama masyarakat bersama Polri didalam upaya membangun kesadaran dan partisipasi warga dalam bentuk aksi simpatik melalui ajang sosialiasi literasi digital yang kreatif untuk mengajak seluruh masyarakat agar peduli dan bersama-sama bersatu memerangi persebaran ujaran kebencian dan informasi hoax yang marak di media sosial.

“Deklarasi ini bagian dari program memerangi dan membersihkan media sosial dari informasi hoax, fitnah, maupun yang bersifat ujaran kebencian” kata Ketua RTIK Jember Ulil Albab

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo mengingatkan masyarakat agar dapat memilah dan memilih mana berita yang benar dan mana yang hoax dengan senantiasa melakukan cek dan ricek. Berita bohong dan pengujaran kebencian yang viral di media sosial bukan saja menghabiskan energi, tapi juga sangat berpotensi mengganggu kamtibmas.

Pembukaan Acara ini ditandai dengan menempelkan cat warna pada telapak tangan dan membubuhkan tanda tangan Kapolres Jember di papan deklarasi dan kemudian diikuti oleh ribuan peserta acara berikut warga yang hadir di CFD juga sempat membubuhkan cap jari dan tanda tangan sebagai wujud dukungan terhadap gerakan Masyarakat Jember Anti Hoax.

Selain itu adapula aksi theatrikal edukasi sosialisasi UU ITE dalam bentuk properti hukuman penjara bagi para pelaku penyebar hoax dan pengujar kebencian.

Suasana Car Free Day semakin penuh warna saat petugas Relawan TIK bersama Anggota Polri di iringi para talent JFC berkeliling di sepanjang jalan alun alun kota Jember. Mereka mengajak masyarakat dengan striker edukasi stop hoax. Warga yang hadir langsung di lokasi acara dimanjakan dengan hiburan musik, stand up comedy dan aksi para talent jember fashion carnival.

Suguhan acara Musik dance dan flashmob “ Anti Hoax “ juga semakin menyedot perhatian masyarakat untuk bergabung dalam tarian massal dengan irama musik yang menggugah semangat bersatu dalam satu gerakan melawan hoax.

Meriahnya lagi para penggiat media sosial baik perorangan maupun komunitas juga meramaikan suasana dengan melakukan beragam ekspresi berlomba lomba mendapatkan kesempatan hadiah uang tunai jutaan rupiah dari Kapolres Jember. Mereka saling beradu kreatif dalam membuat video liputan langsung yang menarik untuk di posting di akun Instagram guna mendapatkan pundi -pundi like terbanyak agar keluar sebagai pemenang kontes lomba video instagram.

Acara Deklarasi Anti Hoax juga disambut baik oleh Ibu Yuyun Warga Patrang Jember . “Ini bagus sekali. Soalnya saya juga sering menemui berita yang isu-isu dan tidak sesuai dengan kenyataan. Dengan kegiatan ini masyarakat bisa tahu mana informasi yang benar dan mana yang tidak. Berita bohong di dunia maya ini kan sangat berbahaya banget, karena banyak orang yang tidak tahu apa itu hoax. Jadi kegiatan ini penting sekali buat masyarakat,Jelasnya ( Humas Jember)