Tribratanews Polres Jember : Kepolisian Sektor Arjasa Polres Jember mewaspadai kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Kasus tersebut sangat rentan terjadi di tingkat pelajar.

Hal itu disampaikan Kanit Binmas Polsek Arjasa Aiptu. Totok Yuniar di depan para pelajar saat menjadi pembina upacara dalam rangka Ops Bina Kusuma Tahun 2020 di MTSN 5 Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember. Menurutnya , kasus perundungan kerap terjadi di lingkungan sekolah.

“Perundungan merupakan kasus yang sering terjadi dan dianggap sebagai kebiasaan atau pembelajaran. Kami menghimbau agar Bullying di sekolah¬† dihindari”, Ujarnya.

Oleh karena itu, Polisi mengingatkan agar para pelajar meningkatkan rasa saling menghormati satu sama lainnya. Sebab, setiap orang sama-sama memiliki hak untuk menjalani hidup dengan aman dan nyaman.

“Tidak perlu dipandang kaya atau miskin, pintar atau bodoh yang boleh membatasi hukum atas Undang-undang. Di sini semua sama, yang merasa kaya saat ini bukan kalian, tapi orang orang tua kalian. Hargai dan hormati sesama teman-temanmu,” kata Totok Yuniar.

Kanit Binmas menambahkan sekolah sendiri memiliki peran yang besar dalam mencegah kasus perundungan terjadi. Sebab, sekolah merupakan rumah kedua bagi anak-anak dalam pembentukan karakter.

“Kami berharap sekolah memang berperan penting. Bukan saja soal perundungan, tetapi soal masalah lainnya hingga ke masalah pencegahan narkoba,” tandasnya. (Humas Arjasa)