Tribratanews Polres Jember : Seorang Nenek renta di Dusun Lengkong Desa Wonosari Kecamatan Puger Jember hidup memprihatinkan. Tubuhnya yang kecil, lusuh, lemah dan ringkih termakan usia. Kemampuan secara fisik menurun drastis seiring bertambahnya umur. Garis garis kerutan membalut tubuhnya yang kering. Rambutnya yang terus memutih. Kian hari kian tak terawat.

Nenek Rapik ( 79 )  hidup sebatangkara di sebuah rumah tidak layak huni berukuran 4 X 3 M. Di Sisa umurnya yang semakin redup. Ia harus hidup berjuang sendirian di Gubuk reyot berdinding bambu lapuk, berlantaikan tanah.

Jangankan untuk memperbaiki rumah. Buat makan sehari- hari saja, Ia berharap uluran tangan bantuan tetangga yang membuatnya bertahan sampai saat ini. Sang nenek kini hanya mampu menjulurkan tangannya yang lemah sampai maut menghentikannya.

Nenek Rapik meratapi hidup tanpa sanak keluarga disampingnya. Ia tidur di ranjang kayu sendiri tanpa kasur, tidak ada tempat lain lagi. Tidurnya pun terasa tak nyaman karena berselimut hawa dingin yang masuk disela sela dinding bambu tua. Lebih memilukan lagi, Nenek Rapik hanya bisa pasrah saat jelang musim penghujan akan tiba , airnya bisa banyak masuk ke dalam rumahnya.

Kabar menyedihkan Nenek Rapik akhirnya diketahui Bhabinkamtibmas yang bertugas di Desa Wono Asri. Informasi tersebut sampai ke Kapolsek Puger AKP. Ribut Budiono. Rasa empati dan kepedulian sosial yang ditularkan Kapolres Jember AKBP. Alfian Nurrizal kepada jajarannya, telah mendorong Kapolsek berinisiatif untuk menggalang bantuan buat Nenek Rapik.

“ Saya perintahkan Anggota Polsek untuk mendatangi kediaman nenek Rapik, Anggota mendata apa saja yang perlu dibenahi di rumahnya dan kebutuhan sandang pangan apa saja yang perlu di cukupi, Ungkap Kapolsek Puger saat di konfirmasi di Mapolsek, Senin Siang ( 04/11/2019).

Lebih lanjut, Kapolsek mengatakan pihaknya sudah berkordinasi dengan Muspika dan Kades Wonoasri untuk bersama gotong royong melakukan bedah rumah Nenek Rapik. “ Kami turun bersama kerja bakti memperbaiki rumahnya sekaligus memberikan bantuan sosial, Imbuhnya .”

Beban hidup Nenek Rapik seolah terobati. Ia mengaku senang dan bahagia Polisi sudah hadir membantu meringankan hidupnya. “ Saya hanya bisa berterima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Polisi, Ucapnya lirih, terdengar suara bergetar membuat hati terasa sesak menahan haru. ( Redaksi Hadi Poernomo ).