Polres Jember News : Kepala Kepolisian Resort Jember AKBP. Kusworo Wibowo, S.H, S.I.K, M.H memimpin langsung penertiban tambang emas ilegal di Gunung Manggar Desa Kesilir Kecamatan Wuluhan, Jember. Kamis Siang (20/09/2018). Razia dilakukan petugas gabungan Jajaran Polres Jember, TNI, dan Perhutani.

Dari pantauan Humas Polres Jember, penambangan emas illegal itu terjadi di petak 14a dan 14b di wilayah kawasan Perhutani. Tambang liar ditemukan berada di tengah hutan Gunung Manggar. Lokasi penambangan hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki sejauh sekitar 5 kilometer dengan medan jalan terjal berliku, menanjak berbukit.

Ketika penertiban dilakukan, petugas tidak menemukan aktifitas penambangan liar, namun ditemukan lubang- lubang yang ditinggalkan penambang.

Dari Lokasi, aparat gabungan ini mengamankan sejumlah peralatan tambang seperti genset dan blower. Selain peralatan tersebut, ada barang lain seperti wajan, juga galon air. Petugas pun menutup puluhan galian tambang ilegal di Gunung Manggar.

“Polres Jember bersama Perhutani dan TNI bersama-sama hari ini menertibkan aktivitas tambang di Gunung Manggar, Kecamatan Wuluhan,” tutur Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo (20/9/2018)

Kapolres mengatakan pihaknya bersama Perhutani akan melakukan dua upaya yakni preventif dan represif agar praktek tambang ilegal di Gunung Manggar tidak terulang.

Sementara itu dalam upaya preventif, Jajaran Polres Jember secara rutin akan melakukan penutupan galian tambang satu kali setiap bulan.

“Jadi sebelum mereka berhasil memperoleh apa yang diinginkan, kami sudah tutup galiannya. Ini akan memberikan efek jera,” imbuhnya.

Disisi lain, tindakan tegas secara represif akan dilakukan dengan upaya penegakan hukum. Polisi akan menjerat penambang dengan UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan ancaman 15 tahun penjara.

“Sedangkan pengepulnya akan kami jerat dengan Pasal 161 UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba,” ucapnya.

Sementara itu Adm Perhutani Jember Ahmad Basuki menyebut ada 100 galian tambang yang tersebar di Gunung Manggar. Jumlah ini, menurun dari tahun lalu yang mencapai lebih dari 200 galian.

“Kalau diestimasi setiap lubang ada empat orang penambang, berarti ada sekitar 400 orang yang terlibat penambangan di sini,” katanya.

Basuki mengatakan, problem penambangan di Gunung Manggar adalah lemahnya pengawasan karena medan cukup berat. Pelaku penambang ilegal dapat dengan mudah kabur jika mengetahui ada petugas Perhutani datang.

“Total ada 4 hektare dijarah dari luas hutan 41 hektare,” Pungkasnya. ( Red. Humas Jember )