Tribratanews Jember – Unit Reskrim Polsek Sukowono Polres Jember berhasil membekuk M.Rofiki (19) dan Yudi(19) yang merupakan warga desa/kecamatan sumberjambe, Jember. Kedua Pelaku ini diduga sebagai pengedar obat keras berbahaya dengan sasaran santri di lingkungan pondok pesantren nurul qurnain desa balet baru kecamatan sukowono Kabupaten Jember.

“Pelaku berhasil kami bekuk berkat kerjasama antara polsek sukowono dengan Pengasuh Pesantren, setelah salah satu santri di pesantren tersebut terindikasi pengaruh Narkoba, lalu pihak pesantren koordinasi dengan kami yang selanjutnya kami tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan barang bukti sehingga bisa mengungkap pelakunya,” ujar kapolsek sukowono AKP Subagio SH, Kamis, (4/7/2019).

Sementara KH Yazid karimullah pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qurnain ditempat terpisah mengatakan, bahwa Narkoba memang merusak masa depan bangsa, hal ini setelah pihaknya mengetahui secara betul bagaimana santrinya terpengaruh barang haram tersebut.

“Saya sangat berterima kasih kepada polsek sukowono yang telah mengungkap pengedar narkoba, terutama di lingkungan pesantren, sebagai tokoh masyarakat kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran narkoba, mari kita bantu polisi untuk memberantas narkoba agar,” ujar KH Yazid Karimullah

Dari data yang hasil pemeriksaan, pelaku ini sudah berkali-kali mengedarkan obat tersebut di sekitar pondok,tersangka menjual tiap klip berisi 10butir dengan harga 20 ribu, dari pengakuaan tersangka, obat keras itu diperoleh dari salah satu rekannya di kecamatan tamanan kabupaten bondowoso dan terus kita telusuri jaringanya,” tegas AKP Subagio SH.

Dari tangan tersangka kini meringkuk di sel tahanan polsek sukowono, polisi berhasil mengamankan barang bukti pil dari tangan pelaku, dan untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, pelaku terancam pasal 196 UU RI no 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. (zal/ali/mbah)