Redaksi Polres Jember News : Menjamin rasa aman dan nyaman di wilayah Kabupaten Jember di tengah hiruk pikuknya demokrasi jalanan, menjadi bagian tugas dan tanggung jawab Kepolisian Resort Jember. Disadari bahwa konstitusi telah menggariskan, negara harus tumbuh berdasarkan kekuatan rakyat. Jaminan hak berserikat, berbicara, mengeluarkan pendapat dimuka umum. Demikian pula adanya aktifitas demokrasi jalanan tentunya harus terlaksana dengan baik demi mengembangkan kedaulatan rakyat yang akan terus memperbaharui dirinya.Pucuk pimpinan Kepolisian di Kabupaten Jember, AKBP. Kusworo Wibowo, SH, S.I.K, M. H saat ini kebanjiran apresiasi banyak pihak. Berbagai kalangan masyarakat Jember menilai figur Kapolres berhasil membuat takjub publik dalam dua hal yaitu karakter pemimpin yang membumi dan gebrakannya dalam aksi turun langsung di lapangan ” jemput bola” untuk menjawab tantangan perkembangan dinamika situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Jember.Salah satu diantara peristiwa yang memicu reaksi positif publik Jember yang kagum dengan sosok Kapolres Jember yaitu pasca digelarnya kegiatan pengamanan aksi damai penyampaian pendapat dimuka umum tentang aspirasi dari massa Asosiasi GTT/PTT PGRI Kabupaten Jember. Senin (26/11/2018). Unjuk rasa yang diperkirakan dihadiri 2500 0rang ini terkait tuntutan hak kesejahteraan GTT /PTT. Kegiatan ini berlangsung dimulai dari titik kumpul Bundaran Kantor DPRD Jember Jalan Bengawan Solo, Kecamatan Sumbersari, Jember.Dilansir dari media Polres Jember News, Kepolisian Resort Jember telah siap mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas yang dimungkinkan timbul dari jalannya aksi unjuk rasa hari itu. Untuk pengamanan, pihaknya tidak mau kecolongan. Pengamanan dilakukan secara over estimate, kekuatan personil yang dilibatkan juga dikerahkan secara optimal, baik pengamanan terbuka maupun tertutup. 450 Kekuatan Personil Gabungan dari Kesatuan Polres Jember, Lumajang dan Situbondo,di siagakan untuk mengamankan.Kapolres Jember menegaskan komitmennya sebagai representasi negara untuk mengawal melekat kegiatan pengamanan jalannya aksi tersebut. Tanpa jarak, lulusan Akpol Tahun 2002 turun kelapangan mengendalikan pengamanan, membaur dengan warga dan berinteraksi dengan peserta aksi. Kehadirannya yang menunjukkan sikap humanis justru menarik perhatian dan memantik simpatik ribuan warga Jember.Kapolres berparas ganteng ini telah mampu menyihir ribuan massa. Pemimpin membumi dan bikin takjub karena sikap yang terbuka dan lebih komunikatif. Seolah tidak ada batasan atas dan bawah. Pejabat atau rakyat. Semua mengalir, lebih dekat, tanpa sekat.” Berkolaborasi antara polisi dan masyarakat supaya bersama sama dapat menyatukan visi demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Polri hadir sebagai representasi negara untuk menjamin keamanan dan ketertiban, tuturnya saat ditemui di Mapolres Jember, Jumat (07/12/2018).Lebih lanjut Kapolres menyatakan sebagai seorang pemimpin wajib amanah. Karena itu pemimpin harus bisa jemput bola. Karena untuk membuat maju itu di jemput, bukan ditunggu. Bekerja lebih proaktif, karena perubahan itu harus dijemput.” Yang terpenting lagi adalah bekerja dengan hati, karena tidak ada pekerjaan yang melelahkan jika dilandasi keikhlasan. Bekerja itu bukan untuk merengkuh pujian. Tapi kalau Kita bekerja dengan hati, maka (Pujian dan Penghargaan _Red) akan mengikuti bagi mereka yang bekerja dengan tulus, Pungkasnya. ” ( Red. Hadi_Humas)