Tribratanews Polres Jember : Saat musim panen telah tiba, segudang senyum harapan dan wajah penuh semangat memancar dari seorang wanita paruh baya.

Hidup menyendiri. Ia harus membanting tulang mengais rezeki demi menyambung hidup. Ia menjadi pemulung, memungut bulir-bulir padi bernas yang amat sayang jika tak terpungut, lantaran terbuang.

Itulah Nenek Saromah (75) , Janda sebatangkara yang mendiami rumah bambu 3 x 4 M di Dusun Jatisongo Rt 01 Rw 01 Desa Tegalwangi Kecamatan Umbulsari, Jember. Saat panen tiba, Ia senantiasa pergi ke sawah disekitar rumahnya.

Berprofesi pemulung padi terpaksa Nenek Saromah lakoni, agar dapat penghasilan buat makan. Ia berjuang mengumpulkan bulir bulir padi. Sebulir dua bulir dikumpulkan hingga bergantang-gantang.

Kadang karena kesabarannya hingga satu karung gabah ia dapatkan. Sekarung gabah yang bercampur dengan butiran tanah dan pasir akibat terpungut bersama tanah sawah.

Padi yang kotor itu pun harus dipisahkan dari tanah dan pasir. Agar beras yang dihasilkan menjadi bersih. Dan tak “ngeres” tatkala ditanakkan untuk dijadikan santapan. Sebagian dimakan, sebagian lagi dijualnya.

Kala tidak ada musim panen padi, Nenek Saromah menggantungkan nasibnya pada uluran tangan tetangganya. Hanya sekedar untuk bisa makan,Ia berharap mendapat pemberian yang dilakukan secara bergantian.

Jumat Sore (13/12/2019), Nenek Saromah hanya terdiam seribu bahasa. Saat Kepala Dusun Jatisongo bersama – sama Kapolsek Umbulsari Iptu. MURGIANTO, S.H beserta anggota mengunjungi kediamannya. Seolah tak percaya, Polisi datang membawa kebutuhan Sembako dan santunan uang tunai untuk dirinya.

” Mengarungi relung hidup pemulung, mengajarkan Kita tentang kesabaran. Saat Kita bersyukur sudah diberi pangkat dan kedudukan yang berkecukupan, berbagi sedekah dengan beliau justru bagi kami beliau telah membagikan pelajaran tentang arti kesabaran,” tutur Kapolsek.