Polres Jember News : Aksi heroik Kapolres Jember saat memimpin pengamanan penghadangan warga asing oleh ratusan massa penolak tambang emas silo mendapat apresiasi banyak pihak. Pucuk Pimpinan Kepolisian di Jember ini turun langsung ke lapangan, saat terjadinya kisruh, buntut kedatangan warga asing dengan mengendarai 3 Mobil yang hendak melakukan survey lokasi tambang emas di Blok Silo Kecamatan Silo, Jember.

Di bawah komando dan pengendalian Kapolres, Sejumlah Polisi sigap mengamankan dan mengevakuasi 8 Orang yang menjadi sasaran protes aksi massa yang tampak mengepung di lokasi kejadian. Beruntung Aksi respon cepat Kapolres Jember sehingga gesekan massa yang dapat menimbulkan tindakan anarkis mampu diredam. Kedelapan orang berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolres Jember dengan pengawalan melekat.

“Sekitar pukul 09.00 pagi, menginformasikan bahwa, ratusan warga masyarakat penolak tambang emas telah menghadang dan mengamankan orang asing yang dicurigai sebagi Investor tambang yang akan melakukan aktivitas.” Ujar Kapolres Jember Kusworo Wibowo, Rabu (5/12/2018) siang.

Lebih lanjut, Kapolres mengatakan “Kami mengharap kepada warga masyarakat Silo bisa mengendalikan diri, pasrahkan pada kami semua akan kami ambil keterangan maksud dan tujuan hedak ke lokasi tambang.” Ujarnya.

Dari keterangan sementara kedatangan 2 stap ESDM Jawa Timur Darmanto bersama 3 Warga Asing ke kelosi tambang hendak Survai, karena tidak melakukan koordinasi dengan perangkat setempat, sehingga sempat terjadi penghadangan oleh warga penolak tambang desa Pace.” Jelasnyam

Kapolres , menambahkan, Kejadian ini bisa dilaporkan pada pimpinan ESDM Propinsi Jawa Timur, bahwa warga silo tidak menginkan adanya penambangan di Blok Silo, sehingga menjadi pertimbangan untuk menentukan langkah yang dilakukan sejalan sebagaimana kita harapkan bersama.

Menurut Tokoh masyarakat setempat Taufiq, sejak SK Kementrian ESDM Jatim tentang Wilayah ijin usaha Pertambangan turun 20 September 2018 lalu, warga telah mendirikan Posko dan memeriksa setiap Warga asing yang keluar masuk Wilayah nya. “Hal ini dilakukan karena warga dengan tegas menolak segala aktifitas penambangan.” Katanya.

Salah satu Stap Kementrian ESDM Propinsi Jawa Timur mengakui bahwa kedatangannya untuk survey beberapa lokasi. “Kami dari Surabaya Kantor ESDM Propinsi hendak melakuan survey saja tidak melakukan yang lain, hanya mau lihat-lihat saja tidak melakukan penelitian.Tandasnya ( Humas Res Jember )