Polres Jember News : Abdul Rohim (42 Th ) Satpam Masjid Jami Kecamatan Tanggul merasa bangga dan terharu, setelah tahu anaknya Raka Izzulhaq Bagus Sajiwo dinyatakan lulus seleksi menjadi Bintara Polri.

Menjadi Anggota Polri kini bukanlah perkara mudah. Banyak pemuda Warga Negara Indonesia memiliki cita menjadi anggota Korps Bhayangkara. Makanya tak ayal, setiap pendaftaran penerimaan Anggota Polri selalu membludak hingga peserta harus melalui seleksi yang ketat.

Ratusan Calon Bintara Polri berkemeja putih, celana kain hitam dan sepatu pantofel memadati Mapolda Jatim. Hari itu, menjadi momen spesial keluarga asal Dusun Krajan Desa Tanggul Kulon, Jember. Yakni, pengumuman hasil seleksi akhir Penerimaan Bintara Polri Tahun 2018. Bagus Sajiwo, salah satunya. Ia mengaku lulus polisi melalui cara murni, tanpa suap, pakai calo, pakai bekingan atau bermain curang.

Kelulusan ini berkat Doa tulus yang dipanjatkan Bagus Sajiwo sendiri maupun kedua orang tuanya. Ibunya yang bekerja sebagai penjual minuman dan ayahnya yang berprofesi Satpam Masjid.” Kami selalu tanamkan semangat kepada anak. Maklum kami dari keluarga yang tak mampu, jadi orang tua hanya bisa mendoakan dan memberikan bekal uang saku buat ongkos perjalanan waktu ikut seleksi Polisi, ” Ujar Abdul Rohim.

Usai dinyatakan lulus. Satpam Masjid bergaji 250 Ribu sebulan ini langsung mengusap muka dengan kedua tangan. Tanda rasa syukur mendalam kepada Tuhan. Rona mukanya waktu itu berkaca kaca, Ibunya berlinang air mata tak kuasa menahan rasa haru atas terkabulnya cita – cita anak sulungnya, menjadi berkah besar bagi keluarganya yang sederhana.

Kabagsumda Polres Jember Kompol. H. Gatot Murtiyasa, SH mengatakan bahwa seleksi Bintara Polri berlangsung ketat dan terbuka. Sidang kelulusan digelar secara terbuka sebagai bentuk transparansi rekruitmentnya. Calon Bintara Muda yang lulus tersebut selanjutnya masih harus menjalani pendidikan di Sekolah Polisi Negara ( SPN). Setelah itu, baru bergabung dengan Jajaran Kepolisian sesuai penempatan dan penugasan. Ia memastikan Penerimaan Bintara Polri berlangsung jujur, obyektif, clear dan clean.

” Termasuk peluang yang sama untuk semua golongan. Seperti Keluarga Pak Abdul Rohim. Siapapun yang berkualitas meskipun dari golongan tidak mampu, Pungkasnya. ” ( Red. Hadi )